Sunday, January 6, 2013

KAEDAH MENCARI BAHAGIA MENURUT AL QURAN DAN AS SUNAH


                                                             Assalamualaikum WBT

Ilmu untuk panduan masa hadapan , Mari Kita Amalkan InsyALLAH  keluarga bahagia .

1. Beriman dan beramal salih.
Dalam merealisasikan keluarga bahagia ketua keluarga perlu mendidik dan menekankan amal yg soleh dan baik dalam keluarga. Hidup sekarang yang penuh dengan cabaran dan dugaan hanya benteng iman dapat menolong dari terjebak dengan anasir-anasir luar yang boleh memporak perandakan isteri dan anak-anak.Buat lah kebaikan insyAllah telah dijanjikan habuan yang baik oleh Allah. “Siapa yang beramal salih baik lelaki-lelaki ataupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan.” (An-Nahl: 97)
Ibnu ‘Abbas RA meriwayatkan bahawa sekelompok ulama mentafsirkan bahawa kehidupan yang baik (dalam ayat ini) ialah rezeki yang halal dan baik (halalan tayyiban). Sayidina Ali pula mentafsirkannya dengan sifat qana’ah (merasa cukup). Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas, meriwayatkan bahawa kehidupan yang baik itu adalah kebahagiaan.

2. Banyak mengingat Allah .
Manusia adalah hamba maka sebagai hamba perlu sentiasa patuh dan taat kepada pencipta . Sesuai dengan status hamba maka kita perlu ingatkan Allah selalu, mintalah pertolongan kepadanya jauhi laranganya dalam kehidupan ,jika berdosa segeralah bertaubat agar mendapat rahmat dan barokah hidup. Dengan berzikir kita akan mendapat kelapangan dan ketenangan sekali gus bebas daripada rasa gelisah dan gundah gulana. Firman Allah:
“Ketahuilah dengan mengingat (berzikir) kepada Allah akan tenang hati itu.” (Ar-Ra’d: 28)

3. Bersandar kepada Allah.
Maksud disini adalah kebergantungan manusia tiada lain hanya Allah. Allah yang lebih memahami manusia ,pohon lah kepada Allah insyAllah dia akan menunaikan segala permintaan kita . Syarat kita perlu patuh dan taat kepadanya. Dengan cara ini seorang hamba akan memiliki kekuatan jiwa dan tidak mudah putus asa dan kecewa. Allah berfirman:
“Siapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya.” (Ath-Thalaq: 3)

4. Sentiasa mencari peluang berbuat baik.
Berbuat baik kepada makhluk dalam bentuk ucapan mahupun perbuatan dengan ikhlas dan mengharapkan pahala daripada Allah akan memberi ketenangan hati.
Firman-Nya:
“Tidak ada kebaikan dalam kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh ( manusia) untuk bersedekah atau berbuat kebaikan dan ketaatan atau memperbaiki hubungan di antara manusia. Barang siapa melakukan hal itu karena mengharapkan keredaan Allah, nescaya kelak Kami akan berikan padanya pahala yang besar.” (An-Nisa: 114)

5. Tidak panjang angan-angan tentang masa depan dan tidak meratapi masa silam.
Fikir tetapi jangan khuatir. Jangan banyak berangan-angan terhadap masa depan yang belum pasti. Ini akan menimbulkan rasa gelisah oleh kesukaran yang belum tentu datang. Juga tidak terus meratapi kegagalan dan kepahitan masa lalu karena apa yang telah berlalu tidak mungkin dapat dikembalikan semula. Rasulullah SAW bersabda: “Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagi mu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah. Bila menimpa mu sesuatu (dari perkara yang tidak disukai) janganlah engkau berkata: “Seandainya aku melakukan ini nescaya akan begini dan begitu,” akan tetapi katakanlah: “Allah telah menetapkan dan apa yang Dia inginkan Dia akan lakukan,” karena sesungguhnya kalimat ‘seandainya’ itu membuka amalan syaitan.” (HR. Muslim)

6. Melihat “kelebihan” bukan kekurangan diri.
Lihatlah orang yang di bawah dari segi kehidupan dunia, misalnya dalam kurniaan rezeki karena dengan begitu kita tidak akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan Allah kepada kita. Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah orang yang di bawah kamu dan jangan melihat orang yang di atas kamu karena dengan (melihat ke bawah) lebih pantas untuk kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kamu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Jangan mengharapkan ucapan terima kasih manusia.
Ketika melakukan sesuatu kebaikan, jangan mengharapkan ucapan terima kasih ataupun balasan manusia. Berharaplah hanya kepada Allah. Kata bijak pandai, jangan mengharapkan ucapan terima kasih kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Malah ada di antara hukama berkata, “sekiranya kita mengharapkan ucapan terima kasih daripada manusia nescaya kita akan menjadi orang yang sakit jiwa!”. Firman Allah:
“Kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menginginkan dari kalian balasan dan tidak pula ucapan terima kasih.” (Al Insan: 9)

8. Bersangka Baik Sesama Manusia
Dalam kehidupan sifat bersangka baik adalah bagus untuk kehidupan berkeluarga. Manusia akan merasa aman dan tenang jika sifat ini di amalkan. Bila bersangka baik maka perkara positif akan mempengaruhi pemikiran kita ,jadi perkara baik akan terjadi insyAllah. Berserah kepada Allah ,Syaitan akan cuba menghasut manusia sehingga bersangka buruk agar terciptanya fitnah sesama manusia. Amalkan dalam kelaurga saling faham memahami dan tiada sengketa.  Rasulullah S.A.W. bersabda yang mafhumnya :"Amat menankjubkan  sikap seorang Mukmin yang sentiasa memandang baik terhadap segala sesuatu yang berada di persekitarannya. Sikap ini  sebenarnya tidak pernah wujud pada umat yang lain kecuali kepada golongan Mukmin. Apabila seseorang Mukmin itu memperoleh kebaikan, dia langsung bersyukur kepada Allah dan itu adalah baik baginya. Jika dia ditimpa keburukan, maka dia pun bersabar menghadapinya dan ini pun baik baginya ". (HR Muslim)

9. Komunikasi sesama Manusia 
Dalam menjadikan kehidupan tenang dan aman .Islam menekankan komunikasi antara Allah dan Makhluk perlu dijaga. Semestinya Allah harus diutamakan ,Solat perlu khusuk dan yakin dengan Allah. komunikasi sesama manusia Masyarakat dan Keluarga amat penting. menjaga hati orang perlu dalam kelangsungan hidup sesama manusia. saling hormat menghormati dan faham memahami perlu dalam asas kehidupan ini. Tiada toleransi maka pincang kehidupan. Allah Ta’ala berfirman: “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu,….” (Ali Imran ayat 159) dan  Allah berfirman,” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling takwa diantara kamu sekalian”. (Al Hujarat, : 13)

Sekadar Perkomgsian  Agar Menjadi Terbaik.

No comments:

Post a Comment